HANAKO-SAN (花子さん)

Hanako San (花子さん) adalah urban legend Jepang tentang hantu seorang gadis muda yang menghantui toilet sekolah, membuka dan menutup pintu dan menakut-nakuti siapa saja yang memasuki kamar mandi, mengetuk pintunya, dan memanggil namanya.


Hantu Hanako biasa menampakkan wujudnya di toilet sekolah di negara Jepang 

Hanako, hantu di toilet hampir mencapai status fenomena nasional dalam legenda Jepang 20 tahun yang lalu, ketika gelombang cerita penampakan hantu menyapu halaman sekolah negara.

Setiap anak memiliki cerita “Hanako” untuk diceritakan. Ceritanya, tentu saja, banyak dan beragam, tetapi setiap anak sekolah di Jepang, pada suatu waktu, berdiri dalam ketakutan dan antisipasi ketika dia pergi ke toilet sekolah sendirian.

Hal ini mirip dengan legenda Kashima Reiko, hantu perempuan tanpa kaki yang juga tinggal di kamar mandi sekolah. Dia berteriak, "Di mana kakiku?" ketika orang memasuki kamar mandi. Cara yang benar untuk menjawabnya bervariasi. Dalam satu versi, Anda harus mengatakan: Kashima Reiko: KA = Kamen (Topeng), SHI = Shinin (orang mati), MA=Ma (Setan).

Versi lain menampilkan Aoi Manto atau Aka Manto, hantu laki-laki yang menunggu di bilik terakhir di kamar mandi perempuan. Siapa pun yang memasuki kamar mandi akan mendengar suara yang bertanya, "Mana yang Anda sukai, kertas merah atau kertas biru?"

Jika mereka mengambil "merah," dia akan membunuh mereka dengan menyayat punggung atau leher mereka berulang kali dengan pisau, untuk membuat mereka terlihat seperti mengenakan jubah merah. Jika mereka memilih "biru", maka mereka akan dibunuh dengan cara digantung.

Dia dikenal sebagai Aka Manto, Aoi Manto, Aoi Hanten, Aka Kami, dan Aoi Kami.

Menurut legenda yang dipercaya oleh masyarakat Jepang, Hanako-san adalah arwah dari seorang anak perempuan yang menghantui toilet sekolah. Hanako-san dipercaya sebagai sesosok yōkai atau yūrei. Hanako-san digambarkan memiliki potongan rambut cepak (potongan rambut bob) dan mengenakan rok atau gaun yang berwarna merah. Cerita mengenai asal mula Hanako-san juga beragam; di beberapa sumber diceritakan bahwa Hanako-san dulunya adalah seorang anak perempuan yang dibunuh oleh seseorang atau orang tuanya yang kejam di sebuah toilet sekolah; sementara sumber lain juga ada yang menyebutkan bahwa ia adalah seorang anak perempuan yang bunuh diri di toilet sekolah. Ada pula sumber yang menyebutkan bahwa ia adalah seorang anak yang hidup di masa Perang Dunia II, dan terbunuh saat ada serangan udara di toilet sekolahnya ketika ia sedang bermain petak umpet.

Hanako-san adalah legenda urban yang terkenal dan tersebar secara luas sehingga memiliki beragam versi. Pemanggilan Hanako-san seringkali dilakukan oleh anak-anak di sekolah sebagai ritual pembuktian keberanian, atau sebagai metode perpeloncoan murid baru, seperti legenda Bloody Mary di sekolah-sekolah Barat.


Hanako-san dipanggil dengan mengetuk pintu bilik ketiga kamar mandi perempuan di lantai tiga sebanyak tiga kali sambil bertanya 'Apakah kamu di sini, Hanako-san". Apabila ia hadir, ia akan menjawab "Aku di sini." Di dalam bilik akan hadir sesosok gadis dengan rok merah. Kadang kala ia tampak dengan pakaian putih.

'Hanako' merupakan nama perempuan yang umum di Jepang pada tahun 1950-an, ketika legenda tersebut [diyakini] dimulai pada saat itu.


Komentar

Postingan Populer